Siang seperti biasa, terik panas menusuk tubuh ini dan sedikit
angin yang berhembus mengurangi rasa panas yang muncul. Siang ini Shin
melakukan hal-hal seperti biasa tanpa ada yang berbeda sehingga membuat diri
ini merasa bosan. Di usianya yang ke 24 tahun ini
banyak orang-orang yang datang dan pergi dengan cepat, karena terlalu cepat Shin
sampai tidak menngingat nama mereka satu-satu.
Kegiatan Shin sehari-hari saat ini hanyalah kegiatan biasa yang
dilakukan oleh mahasiswa tingkat akhir. Datang dan pergi ke kampus maupun ke
perpustakaan terdekat. Jika rasa bosan mulai muncul maka Shin akan mencari
tempat dimana para pemuda berkumpul namun diantara mereka tidak ada yang mengenal satu
sama lain.
Dalam perjalanan pulang tidak ada yang berbeda seperti biasanya,
dengan kendaraan yang selalu setia menemaninya. Tiba-tiba saja Shin merasakan
kantuk yang luar biasa sehingga membuat Shin memejamkan matanya sehingga dia
tidak sadar akan dirinya saat itu. Beberapa saat Shin merasakan hembusan angin
yang berbeda dari biasanya ini membuat dirinya terbangun dari rasa kantuk yang
seketika datang pada dirinya. Perlahan-lahan Shin membuka matanya dan melihat
warna biru langit yang sangat memanjakan matanya. Sesaat Shin sadar bahwa
dirinya tidak lagi berada di dunia dimana dirinya tinggal,
walaupun begitu sikap santaiya membuat dirinya seakan-akan tidak terjadi
apa-apa.
Dengan rasa malas Shin berkata dalam hati “apa yang harus aku
lakukan saat ini, tidak ada petunjuk apapun untuk memulai semua ini”. Tiba-tiba
sekelompok orang mengenakan baju zirah lengkap dengan menggunakan kuda
mendatangi Shin. “Hei kau! kau pasti seorang penyihir kan, ayo ikut kami ke
kerajaan sekarang..” ucap salah satu dari para kesatria. Shin yang saat itu tidak mengerti apa-apa tentang kondisi tempat
dia berada hanya bisa mengikuti perintah dari para kesatria yang mengganggap
dirinya seorang penyihir. Besi dingin melingkar di tangan Shin dan bunyi khas
dari rantai untuk menggiring sesuatu kini berada di tubuhnya dan membawanya ke
kerata kuda menuju kerajaan yang dimaksud para kesatria.
Hembusan angin menerpa tubuh Shin yang tidak
berdaya karena dikelilingi oleh para kesatria, saat ini Dia hanya bisa melihat
kondisi daerah yang dilaluinya dimulai dari padang rumput yang pertama Dia
jumpai kemudia memasuki daerah para petani yang menanam bahan-bahan makanan. Namun,
dilihat dari kondisi para petani saat itu yang hanya menggunakan pakai kotor
dengan tatapan mata yang layu, Shin meyakini bahwa meraka merupakan golongan
bawah yang tinggal jauh diluar kerajaan. Kini Dia mulai memasuki kawasan padat
penduduk menatap dirinya dengan tatapan menakutkan terdengan suara dari meraka
yang sangat membenci penyihri. “Hey lihat itu penyihir jahat!” “penyihir!” “penyihir!”
kata-kata itu terdengar jelas oleh Shin yang membuat dirinya kini menjadi
ketakutan. “bahaya, bisa-bisa aku mati disini tanpa melakukan apa-apa, sepertinya
aku harus memikirkan sesuatu untuk bisa keluar dari situasi ini”.
“Hei Penyihir! Malam ini kau akan menginap di
dalam penjara ini hinga besok kau akan kami eksekusi umum” ucap kesatria perak
dengan kejam. Shin mulai kebingungan “Aku bukanlah penyihir seperti yang kalian
duga, aku hanya manusia biasa yang hanya tidak sengaja berada disana”. “Omongkosong,
kau bukan dari negeri ini, hanya seorang penyihir yang mampu melakukan sihir
teleportasi, kalau begitu selamat tinggal untuk malam ini penyihir!” akhirnya
kesatria perak itu pergi meninggalkan Shin di dalam penjara.
Perasaan cemas dan takut mulai menyelimuti
diri Shin “bagaiman ini? Apa yang harus ku perbuat”, Shin mengingat kata-kata
kesatria perak tadi yang mengatakan bahwa hanya penyihir yang mampu melakukan
teleportasi. Kini dia mencoba untuk melakukan teleportasi yang diucapkan
kesatria perak “apa benar aku bisa melakukan hal itu? Namun melihat kondisi
dunia yang sekarang aku berada sepertinya ini patut untuk dicoba, seepertinya
aku harus mengikuti cara teleportasi seperti yang dilakukan di film kesukaan ku”.
Shin mencoba dengan berdiri dan memfokuskan pikirannya beberapa saat namun hal
itu sia-sia, tidak ada yang berubah darinya. Shin terus mencoba, mencoba, lagi,
lagi dan lagi tetapi tetap saja tidak terjadi apa-apa. Akhirya Shin terjatuh
pingsan karena kelalahan.
Tiba saatnya hari pengeksekusian penyihir
tiba, Shin dibawa paksa oleh para penjaga kerajaan menuju balai kota, “Sepertinya
hari ini aku akan mati disini, padahal masih banyak yang belum aku selesaikan
didunia tepat asalku hidup, aku belum wisuda, Nikah dan cucian dirumah
sepertinya masih banyak tapi yaah mau bagaimana aku tidak bisa melakukan
apa-apa lagi” Shin memberikan kata-kata terakhir pada dunia.........................